Cerita Kemegahan Candi Prambanan

Pernah mendengar cerita Roro Jongrang yang konon dikutuk Bandung Bondowoso menjadi candi? Tidak hanya kaya dengan cerita, Candi Pramaban punya sisi kemegahan seperti candi lainnya di Indonesia.

Candi Prambanan yang ada di Yogjakarta ini disebut juga sebagai Candi Roro Jonggrang. Hal ini sebagaimana cerita tentang seorang pangeran yang bernama Bandung bondowoso yang mencintai seorang putri raja bernama Roro Jonggrang. Konon, karena Bandung Bondowoso merupakan musuh ayahnya, maka Roro Jonggrang mencari cara untuk menolak lamaran Bandung Bondowoso. Kemudian Roro Jonggrang mengajukan permintaan untuk dibuatkan 1000 candi dalam waktu satu malam. Ketila pembuatan candi hampir selesai, Roro Jonggrang menggagalkannya dengan cara menyuruh warga desa untuk menumbuk padi dan membuat api untuk menyerupai suasana pagi hari. Bandung Bondowoso yang mengetahui hal tersebut sangat marah karena merasa dicurangi, dan akhirnya Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi yang ke-1000.

Kemegahan Candi Prambanan yang terletak di desa Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, merupakan candi yang cukup luas dan megah, yang konon merupakan peninggalan abad ke-9. Candi Prambanan tersebut diketahui dibangun pada masa pemerintahan dua raja dari Kerajaan Medang Mataram yaitu Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Berdirinya candi ini sangat jelas menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa pada masa silam. Candi Prambanan juga dikenal sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia.

Terdapat beberapa komplek candi yang bisa dieksplore di Prambanan, bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan kereta yang disediakan oleh pengelola. Komplek candi yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNSECO ini terdapat 3 candi utama yang berada di halaman utama candi prambanan, yaitu Candi Wisnu, Candi Brahma, dan Candi Siwa. Ketiga candi merupakan lambang Trimurti dalam kepercayaan agama Hindu. Masing-masing candi tersebut memiliki satu candi pendamping, yaitu Garuda untuk Wisnu, Angsa untuk Brahma, dan Nandini untuk Siwa. Selain itu, masih ada 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut, serta terdapat 224 candi di halaman kedua.

Kemegahan candi pada akan sangat terasa pada waktu tertentu, seperti saat penyelenggaraan Sendratari Ramayana. Sendratari Ramayana merupakan sebuah pertunjukan yang menggabungkan tari dan drama tanpa dialog, diangkat dari cerita Ramayana dan dipertunjukkan di Candi Prambanan. Pentas ini sudah berlangsung sejak 1961 dan lebih dari 200 penari terlibat dalam setiap pagelarannya membuat pentas ini menjadi megah.

Untuk menuju candi Prambanan, dari pusat kota Jogja bisa menggunakan TransJogja yang akan berhenti di terminal Prambanan, yang kemudian bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek. (Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: