Berkenalan dengan Lasem

Pertama kali mendengar Lasem adalah hal baru yang membuat saya sangat dibuat penasaran, apakah itu sebuah budaya, sebuah adat, atau tempat. Setelah melakukan pencarian, akhirnya saya mendapatkan informasi tentang Lasem dari seorang Travel Blogger dan seketika langsung menjadikannya salah satu list destinasi yang harus saya kunjungi di tantangan perjalanan setiap bulan tahun ini.

Saat berkunjung dan menjelajah Ambarawa, perjalanan saya lanjutkan ke Semarang untuk transit dan melanjutkan ke Kabupaten Rembang, kemudian berhenti di Lasem. Sepanjang perjalanan menuju Rembang, banyak dilewati sekumpulan lahan pertanian garam, menarik perhatian saya yang baru melihat banyak dan luasnya hamparan butiran garam. Terletak di tepi laut Jawa bagian utara membuat sebagian masyarakat Rembang dan daerah di sekitarnya berprofesi menjadi petani garam.

Melanjutnkan perjalanan, akhirnya saya tiba di Lasem. Sebuah penampakan kota sederhana di hadapan mata yang biasa saja dalam pikiran saya. Lapangan seperti alun-alun nampak di hadapan saya dengan Masjid Jami yang saling berdampingan seperti biasanya, dengan berbagai pernak pernik dan pedagang yang menawarkan makanan hingga jajanan yang menggoda. Saya mencoba menghampiri ke beberapa sudut melihat lebih dekat, akhirnya saya berhenti di salah satu warung makanan mencoba hidangan khas Lasem untuk modal menjelajah Kota dengan keharmonisan toleransinya. 

Setelah energi terisi, saya mulai menjelajah dengan mengunjungi tempat terdekat dari alun-alun Lasem. Ada salah satu pusat kerajinan batik dan penginapan khas ornamen tiongkok yang juga menawarkan mini museum dengan berbagai koleksi benda-benda bersejarah dan berharga. Sebut saja tempat ini Tiongkok Kecil Heritage Lasem, letaknya sekitar 1km dari Masjid Jami Lasem dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Memasuki area heritage kita akan disambut dengan beberapa helai kain batik Lasem yang terkenal dengan filosofi Sekarjagat dengan ciri khas kepadatan tulisan. Masuk ke area dalam suasana akan terasa seperti sedang berada di Tiongkok, ada lemari dan patung sampai brongsai yang kental dengan nuansa Tiongkok. Hal menarik lainnya di tempat ini terdapat sumur lengkap dengan penimba air dan menjadi spot lain untuk foto.

Tempat menarik lainnya yang bisa dikunjungi saat ke Lasem adalah Lawang Ombo yang merupakan sebuah rumah yang hampir seluruh pintunya terbuat dari bambu yang terbentang besar menutupi rumah. Konon di dalam Lawang Ombo terdapat tempat penyeludupan obat-obat narkotika dan tempat penggunaan obat tersebut yang disebut candu, bahkan sampai orang-orangnya meninggal. Sama halnya dengan Tiongkok Kecil Heritage, Lawang Ombo juga menawarkan suasana budaya tiongkok dengan ornamen dan hiasan rumah yang digunakannya. Ingin merasakan suasana rumah orang Lasem, kalian bisa berkunjung dan merasakannya secara langsung di Lawang Ombo.

Banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi di kota kecil Lasem, tempat dengan segudang cerita yang siap menambah wawasanmu tentang kebudayaan nusantara. Senang bisa berkenalan dengan suasana kebudayaan Tiongkok di Lasem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: