Belajar Sejarah di Ambarawa

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat Jasmerah adalah semboyan terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966 (Wikipedia). Melanjutkan tantangan perjalanan saya berikutnya setelah dari Malang adalah belajar sejarah di Ambarawa, Provinsi Jawa Tengah. Baca Juga Throwback Ramadhan: Singgah Di Masjid Nusantara (Part 2)

Negeri ini tidak hanya kaya dengan keindahan alamnya saja, lebih dari itu sejarahnya berbicara lebih kaya lagi. Perjalanan saya kali ini akan mengenal dan belajar banyak tentang sejarah salah satu transportasi favorit saya dan mungkin bagi sebagian traveler di Indonesia, Kereta Api. Saya mulai berkenalan dari pintu gerbang stasiun yang sangat ikonik dengan kereta, Stasiun Ambarawa namanya.

Masuk lebih jauh dari gerbang, tampak terlihat lintasan rel dengan beberapa gerbong dan lokomotif yang tidak biasa. Di sisi lainnya tampak ruangan dan pintu masuk menuju area museum yang siap membawamu berpetualang. Mengawali penjelajahan dari pintu masuk, kita disuguhkan dokumentasi dan tulisan informasi seputar museum dan sejarah perkeretaapian dari zaman dahulu hingga sekarang, lengkap dengan foto dan deskripsinya. Sungguh pengetahuan yang sangat berharga jalan jalan ke museum di Ambarawa ini. Tidak hanya gambar yang bisa dilihat, kamu juga bisa langsung merasakan sensasi bagaimana menaiki kereta api bersejarah yang ada di stasiun Ambarawa lengkap dengan suasana zaman dulu yang terjaga dengan baik. Bahkan kamu bisa merasakan perjalanan menggunakan kereta uap mengelilingi Ambarawa. Tips saya jika ingin naik kereta uap, sebaiknya melakukan pemesanan atau booking tiket kereta api uap sebelum berkunjung ke museum Stasiun Ambarawa.

Stasiun Ambarawa memiliki banyak spot untuk objek foto, di mana setiap sudutnya memiliki cerita yang bisa dilihat melalui deskripsi atau pun imajinasi. Suasananya seakan membawa kita seolah sedang berada di waktu lampau, dengan ornamen dan suasana yang ditampakkan di museum ini. Semoga tetap terjaga dan bisa menjadi inspirasi dan pengetahuan sejarah untuk diceritakan di masa depan. Selain museum di stasiun Ambarawa, banyak tempat bersejarah lainnya seperti monumen Palagan yang menjadi penyambut wisatawan saat tiba di Ambarawa bersamaan dengan klenteng, pura, pasar dan tempat menarik lainnya.

Tidak jauh dari museum kereta api, kita bisa berjalan kaki atau menaiki ojek menuju benteng bersejarah yang konon merupakan tempat tahanan di zaman Belanda dulu. Benteng Willem I namanya. Untuk yang menyukai fotografi, Benteng ini bisa jadi tempat yang bagus untuk photoshoot atau sekadar hunting pengambilan gambar biasa. Kondisi bangunan tua dengan berbagai tumbuhan yang dibiarkan tumbuh dengan sendirinya, membuat suasana benteng menjadi menarik untuk dikunjungi. Jangan buang sampah dan merusak sembarangan ya, biarkan proses alami ini menjadi keindahan yang menakjubkan.

Sebelum mengakhiri petualangan di Ambarawa, saya menyempatkan untuk mampir ke salah satu tempat pemukiman yang menarik perhatian saya dengan julukannya Kampung Pelangi. Disebut kampung Pelangi dikarenakan beberapa sudut kampung dicat dengan beragam warna cerah mulai dari tembok rumah, warung warga, dinding pedestrian, pos kamling, jembatan, hingga sungai beserta perahunya. Berkeliling kampung menggunakan perahu sampan di sungai yang bermuara ke rawa pening ini adalah salah satu aktifitas yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke kampung ini. Meskipun tidak seberwarna Jodipan di Malang, ada karakteristik tersendiri yang membuat kampung Pelangi ini menarik untuk kamu kunjungi.

Puas menjelajah seharian di Ambarawa (one day trip), meskipun tidak semua destinasi terkunjungi, kesan yang sangat menyenangkan saya dapatkan di Ambarawa. Perjalanan ke Ambawara bisa ditempuh menggunakan transportasi umum dari Semarang menggunakan TransJateng menuju Ungaran (-+ Rp 3.500) lanjut menggunakan Elfbus menuju Bawean – Ambarawa (-+ Rp 10.000) dengan waktu tempuh 1 – 1,5 jam perjalanan. Semoga informasi ini menginspirasi dan menjadi referensi kamu, selamat jalan-jalan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: