Surga di Perbukitan Sumba

Sumba dijuluki sebagai Negeri Seribu Bukit. Nama ini diberikan karena banyaknya area perbukitan yang ada di tanah Sumba. Sumba memang dianugerahi pesona alam yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Kondisi tofografi alamnya yang didominasi oleh rangkaian pegunungan dan perbukitan, menjadikan suasana alam di Sumba Timur unik dan eksotik.

Selama berpetualang di Sumba, saya berkesempatan melihat dari dekat banyak bukit dengan pesonanya masing-masing, baik secara langsung atau melalui jendela mobil. Destinasi bukit yang saya kunjungi diantaranya Tana Rara dan Wairinding yang popular dengan pesona sunset dan sunrisenya. Jujur ketika melihat keduanya, saya jatuh cinta seketika dengan hamparan perbukitan dengan warna yang khas. Seolah menemukan tempat yang dapat memberikan ketenangan dari panasnya suasana hirup pikuk kota, sangat cocok untuk menghilangkan jenuhnya kehidupan kota. Konon suasana perbukitan di Sumba merupakan tempat yang tepat bagi yang ingin menikmati kesunyian, keheningan dan keindahan yang masih sangat alami. Dan Saya merasakannya.

DSC01321

Bukit Wairinding Bikin Merinding!

Bukit Wairinding adalah salah satu destinasi wisata di Sumba Timur yang cukup popular di dunia maya. Wairinding merupakan sebuah lanskap perbukitan luas dengan gelombang dan lekukannya yang membuat mata takjub melihatnya. Bukit ini terletak di Desa Pambota Jara, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Wairinding merupakan salah satu bukit yang pemandangannya dipengaruhi oleh pergantian musim. Hamparan padang savana dan gelombang bukit akan menguning ketika musim kemarau membuatnya seperti terasa sedang di Afrika. Sebaliknya ketika musim hujan, perbukitan akan menghijau seperti sedang di perbukitan New Zealand. Perubahan itu membuat Wairinding sering disebut bukit bermuka dua, karena penampilannya akan sangat berbeda jika dikunjungi saat musim penghujan dan musim kemarau. Jika bisa mengunjungi Bukit Wairinding di kedua musim tersebut pasti akan memberikan kesan yang menakjubkan, ditambah bentuk lanskap bukit ini yang begitu cantik, membuat siapa pun yang datang akan terpesona. Saat momen matahari terbit dan terbenam pun, gradasi warna oranye akan terlihat dan membuat pemandangan Bukit Wairinding semakin menawan membuatnya jadi spot favorit untuk menikmati sunrise atau sunset di Sumba.

DSC01394

Selain lanskap perbukitannya yang eksotis dan suasana yang mengagumkan, di bukit ini akan terasa lengkap dengan keberadaaan anak-anak lokal yang hampir setiap harinya terlihat bermain di sekitar Wairinding. Kita bisa bermain, bercengkrama dan memberikan pengetahuan atau barang, dan mereka sangat antusias menunggu setiap pengunung yang datang. Hal ini membuat senyuman di wajah mereka yang sangat khas akan meninggalkan kesan dan kenangan mendalam yang sulit untuk dilupakan. Selain itu, jika beruntung kita bisa menemukan kehidupan flora dan fauna yang ada di sini, seperti kuda Sumba yang hidup di sekitar sabana dapat ditemui di waktu-waktu tertentu. Kuda sumba yang dikenal dengan sandalwood pony disebut sebagai salah satu kuda tunggang terkuat dan tercepat.

DSC01333

Untuk menuju Bukit Wairinding, jaraknya sekitar 25 km ke arah selatan Kota Waingapu, Ibukota Sumba Timur, dan berada sekitar 50 meter dari sisi jalan trans Sumba. Lokasi bukit ini ditandai dengan sebuah rumah dan warung kecil yang berada di pinggir jalan. Saat saya berkunjung ke Wairinding, tidak ada biaya tiket untuk masuk ke area bukit, Namun kita bisa memberikan donasi seikhlasnya untuk masyarakat setempat.

DSC01148

Tana rara

Bukit Tanarara adalah kawasan bukit indah lainnya di Sumba Timur yang memiliki pemandangan sangat khas. Secara landscape mungkin hampir serupa dengan kawasan bukit lain, tetapi yang membuat Tanarara unik adalah tekstur bukitnya mirip seperti corak garis-garis di Grand Canyon. Warna corak garis ini juga akan berubah sesuai musimnya, sama halnya seperti Wairinding yang terpengaruh perubahan musim. Ketika musim hujan bukit diselimuti rumput berwarna hijau, dan musim kemarau bukit Tanarara diselimuti rumput berwarna kuning kecokelatan. Sedangkan di Grand Canyon warnanya akan selalu sama di semua musimnya.

Tanarara seperti namanya (dalam Bahasa Sumba yang berarti tanah merah) ini memiliki tanah merah dan terbentuk dari bukit-bukit karang yang dilapisi rumput dan tumbuhan lain berwarna hijau memesona. Tanarara terletak di Matawai La Pawu, di Desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, sekitar 68 km dari pusat kota Waingapu. Jalan menuju area Tanarara kondisinya cukup baik sehingga memudahkan untuk menuju ke kawasan perbukitan ini.

DSC01161

Tanarara merupakan destinasi yang lengkap untuk menikmati keindahan alam Sumba. Terlebih untuk menikmati momen pemandangan matahari terbit dan tenggelam bisa dilihat dari puncak perbukitan ini. Banyak sekali spot foto indah yang cocok untuk mengbadikan momen dan kenangan, selain latar belakang bukit, objek foto lain yang bisa dijadikan latar adalah kontur jalan dan pembangkit listrik tenaga angin yang akan membuat bidikanmu semakin menarik menarik.

Jadi sudah punya rencana untuk berkunjung ke Sumba? Akan ke bukit mana dulu kamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: