Menikmati Coto dan Cerita Makassar

Tana Toraja memberikan pengalaman berharga buat saya, dan ini mengharuskan saya untuk berkunjung lagi suatu hari nanti. Sekarang saatnya kembali menyusuri tanah Sulawesi Selatan menuju Makassar.

Makassar menjadi tujuan sementara saya di perjalanan ini, hanya sekadar transit untuk menunggu jadwal keberangkatan selanjutnya menuju Nusa Tenggara. Tidak banyak aktivitas yang saya lakukan di Makassar, selain menikmati kuliner khas Coto Makassar. Tempat yang akan saya kunjungi adalah Anjungan Pantai Losari yang merupakan salah satu ikon atau landmark dengan pemandangan laut cantik dengan gugusan pulau reklamasi dan bangunan megah, salah satunya adalah masjid dengan 99 kubah karya Ridwan Kamil yang masih dalam tahap kontruksi.

DSC00577

Coto Makassar merupakan salah satu makanan khas nusantara favorit saya dan ketika berkunjung ke bagian Indonesia Timur seperti Sulawesi atau pun Maluku wajib menikmatinya. Potongan daging bertekstur empuk dengan kuah kaldu santan gurih serta potongan merupakan perpaduan sajian yang menggugah selera.

Puas melahap lezatnya Coto Makassar, saya menyempatkan untuk berjalan santai di sekitar kawasan Anjungan Losari mengunjungi berbagai tempat dan wahana seperti Fort Rottedam dan Museum Lagaligo yang berada pada lokasi yang sama.

Fort Rotterdam atau juga dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) merupakan komplek benteng-benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang terletak di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar. Nama asli benteng ini adalah Benteng Ujung Pandang, atau orang Gowa-Makassar biasa menyebutnya ‘Benteng Panyyua’ yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa di masa lampau. Selain benteng, di dalam kompleks kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh terawat dengan baik dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar.

DSC00574

 

Menurut informasi pihak museum, keberadaan museum di Sulawesi Selatan berawal pada tahun 1938 dengan didirikannya “Celebes Museum” oleh pemerintah Hindia Belanda di Kota Makassar sebagai ibukota ‘Gouvernement Celebes en Onderhorigheden’ atau Pemerintah Sulawesi dan Taklukannya. Pada waktu itu, museum menempati bangunan dalam kompleks Benteng Fort Rotterdam yang sebelumnya merupakan tempat kediaman Gubernur Belanda Admiral C.J. Speelman. Koleksi yang dipamerkan dalam museum antara lain keramik, piring emas, destar tradisional Sulawesi Selatan dan beberapa mata uang.

DSC00589

Penamaan “La Galigo” pada Museum Provinsi Sulawesi Selatan ini meruapakan saran para cendekiawan dan budayawan dengan pertimbangan bahwa La Galigo atau I La Galigo adalah sebuah karya sastra klasik dunia yang besar dan terkenal, serta bernilai kenyataan cultural dalam bentuk naskah tertulis berbahasa Bugis yang disebut Sure’ Galigo. Sure’ ini mengandung nilai-nilai luhur, pedoman ideal bagi tata kelakuan dan dalam kehidupan nyata yang dipandang luhur dan suci, merupakan tuntunan hidup dalam masyarakat Sulawesi Selatan pada masa dahulu seperti dalam sistem religi, ajaran kosmos, adat istiadat, bentuk dan tatanan persekutuan hidup kemasyarakatan/pemerintahan tradisional, pertumbuhan kerajaan, sistem ekonomi/perdagangan, keadaan geografis/wilayah, dan peristiwa penting yang pernah terjadi dalam kehidupan mausia. Pada masa dahulu naskah atau sure’ yang dipandang suci ini disakralkan dan hanya dibaca pada waktu-waktu tertentu sambil dilagukan.

Pertimbangan lain penamaan Museum La Galigo adalah nama La Galigo sangat populer di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan, La Galigo seorang tokoh legendaris, putera Sawerigading Opuma Ware dari perkawinannya dengan We Cudai Daeng Ri Sompa, setelah dewasa La Galigo dinobatkan menjadi Payung Lolo atau Raja Muda di Kerajaan Luwu sebagai kerajaan tertua di Sulawesi Selatan.

Menarik ya, jadi jangan lupa mampir ya kalua berkunjung ke Makassar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: