Tenun Toraja, Kain Kasih Sayang: Tana Toraja (Part 2)

Indonesia punya banyak jenis-jenis kain yang mencerminkan identitas tradisi dan budaya yang ada di suatu daerah, dapat berhubungan dengan kondisi alam, sejarah hingga flora dan fauna khasnya. Saya termasuk orang yang gemar dan menyukai kain-kain khas nusantara, salah satunya adalah kain tenun. Tenun Toraja juga merupakah salah satu kain khas Indonesia yang keberadaannya mulai terekspos oleh wisatawan dengan keindahan warnanya, banyak corak dan motifnya yang memiliki filosofi tradisi dan budaya orang Toraja.

Salah satu yang membuat tenun Toraja menjadi menarik adalah keahlian dalam menenun yang diwariskan dari generasi ke generasi, tidak heran sampai sekarang kain tenun Toraja merupakan salah satu kerajinan tangan yang keberadaannya lestari. Hal menarik lainnya dari kain tenun Toraja adalah sebagai simbol kasih saying bagi saudara yang telah tiada. Kain tanda kasih itu berperan penting dalam ritual pemakaman keluarga Toraja yang biasa disebut ritual Rambu Solo.

Memilih kain tenun yang bagus dan berkualitas memang tidak mudah. Meski demikian, kain tenun asli Toraja pada dasarnya sangat mudah dikenali dengan warna yang melambangkan alam Toraja yang indah. Jika disentuh, tenun Toraja terasa lebih kasar dan terasa lebih tebal dan berat. Semakin banyaknya keutuhan bahan-bahan alam dalam sebuah kain, maka nilainya akan semakin tinggi untuk dijual. Maka jangan sungkan untuk banyak bertanya saat memilih kain tenun yang akan dibeli.

Mengenai harga kain tenun khas Toraja, semakin besar ukuran kain maka semakin murah harganya, dan semakin semakin kecil ukuran kain maka harganya akan semakin mahal. Hal ini dikarenakan tingkat kerumitan proses menenun yang dilakukan. Karena alat yang digunakan merupakan alat tenun asli bukan mesin, sehingga butuh waktu lama untuk pengerjaannya, bisa dalam hitungan hari, minggu hingga bulan tergantung dari kesulitan motif dan perpaduan warna kain tersebut.

Setiap berkunjung ke suatu daerah, selain menikmati keindahan alamnya, belajar sejarahnya, mencicipi kulinernya, saya selalu menyempatkan mencari hasil kerajinan khas daerah tersebut, misalnya pusat tempat kain tenun ketika berkunjung ke Tana Toraja. Terdapat banyak tempat yang bisa dikunjugi untuk mencari dan membeli kain tenun di Toraja, selain di tempat wisata yang biasanya dijual di kios-kios, tenun Toraja juga bisa ditemukan di pasar atau langsung berkunjung ke pusat tenunnya. Hal menarik yang bisa didapatkan ketika berburu kain tenun dari pusatnya adalah bisa melihat dan belajar secara langsung bagaimana proses menenun kain dari penenunnya.

Tempat untuk membeli kain tenun di Toraja, bias berkunjung dan mencari kainnya di desa wisata Ke’te’ Kesu’, pemakaman batu Londa, pemakaman Lemo, desa Palawan, hingga di pusat tenun kampung Gelaga di Rantepao. Para pengrajin maupun pedagang kain tenun Toraja tidak hanya menjual kain secara konvensional melalui pasar atau langsung kepada pembeli, mereka juga bias ditemui di pameran-pameran, fetival dan acara expo parawisata lainnya. Jadi kalua berkunjung ke Toraja, jangan lup membeli kain tenunnya ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: