Rantepao Semanis Kopi Toraja: Tana Toraja (Part 1)

Selepas mengunjungi bumi serambi madinah Gorontalo, saya melanjutkan perjalanan menuju Sulawesi Selatan dengan tujuan akhir Toraja. Toraja merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan kekayaan alam dan tradisi budaya yang magis. Meski pun berpandangan pada kasta dan status sosial, serta perbedaan keyakinan, kehidupan masyarakat dan budayanya berbaur dengan rukun dan harmonis. Toraja terbagi dalam dua wilayah yang berbeda, kabupaten Tana Toraja dengan Ibu Kota Makele dan kabupaten Toraja Utara dengan Ibu Kota Rantepao.

DSC00404
Sultan Hassanudin International Airport

Seletah mendarat di Makassar, perjalanan dapat dilanjutkan dengan jalur darat melintas jalur dari Sulawesi bagian selatan menuju bagian tengah atau melalui udara menggunakan pesawat. Saya memilih perjalanan darat menggunakan bus malam dengan menempuh perjalanan malam sekitar 8 jam, dengan estimasi sampai pada pagi hari di Toraja, tepatnya di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Terdapat banyak po penyedia bus di Makassar menuju Toraja, informasinya bisa kalian dapatkan di bagian informasi di Bandara Sultan Hassanudin.

DSC00414
Keindahan alam Tana Toraja

Setibanya di Rantepao, saya langsung berkemas, melakukan persiapan dan sarapan mengisi perut, kemudian bergegas mencari kendaraan sewaan untuk menjelajah Toraja. Terdapat banyak destinasi menarik yang dapat dikunjungi di Rantepao, mulai ikon wisata yang terkenal seperti Desa Wisata Adat Ke’te’ Kesu’ dengan perumahan Tongkonannya hingga pemakaman batu Londa sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi orang Toraja.

DSC00442
Rumah Tongkonan di Desa Wisata Ke’te’ Kesu’

Desa Wisata Adat Ke’te’ Kesu’ merupakan suatu desa wisata di kawasan Toraja yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisional masyarakatnya. Desa ini merupakan salah satu kawasan perumahan Tongkonan yang ada di Toraja, seperti yang ada di Desa Wisata Pallawa, Tongkonan Lempe – Lolai, Tongkonan Siguntu – Sanggalangi’ dan Kawasan lainnya di Toraja.

dsc00489.jpg
Kedai Kopi di Desa Wisata Ke’te’ Kesu’

Ada sesuatu yang saya cari di desa ini, yaitu ingin merasakan minum kopi racikan khas Toraja. Kopi Toraja merupakan satu dari banyaknya kopi nurantara yang melegenda, diburu dan terkenal, dimana terdapat dua jenis kopi yang ditanam di Toraja, yaitu arabika dan robusta. Rasanya yang kaya akan rempah dengan dominasi aroma rempah dan kayu manis yang wangi, yang akan terasa manis ketika diminum di Tana Toraja, satu hal yang memotivasi keinginan berkujung ke toraja selama ini.

Untitled
Kain Tenun dan Batik Toraja

Selain kopi, di Ke’te’ Kesu’ saya menjumpai seorang penjual wanita paruh baya penjual kain yang tetap dengan semangat menjajalkan hasil kreatif dan ketekunan tangannya kepada pengunjung. Jamuannya yang ramah menemani saya melihat dan memilih kain-kain seperti tenun, batik dan berbagai aksesoris yang beliau pajang di gerainnya. Mataku langsung tertuju pada ikat tenun yang menjadi salah satu incaran setiap berkunjung ke tempat yang terkenal dengan tenunnya, selain tenun saya juga mendapatkan kain batik dengan corak rumah tongkonan yang khas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: