Explore Jambi: Mengenal Komplek Candi Terluas di ASEAN (Part II)

Jambi yang merupakan salah satu kota dan provinsi di Pulau Sumatera juga kaya akan potensi wisata, baik wisata alam maupun wisata kota. Mengobati terbatasnya menjelajah sungai, di Jambi terdapat salah satu situs candi kuno yang diklaim sebagai canti terluas di Asia Tenggara. Kompleks Candi Muaro Jambi ini terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi.

mg_0948

Candi Muaro Jambi merupakan Situs Purbakala Kompleks Percandian agama Hindu-Buddha terluas di asia tenggara, dengan luas 3981 hektar yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Candi tersebut diperkirakakn berasal dari abad ke-11 M, dan merupakan kompleks candi terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera. Sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia oleh pemerintahan di Jambi.

mg_0960

Arsitektur bangunan di kompleks candi ini didominasi oleh pengaruh ajaran Buddha, juga dipengaruhi oleh ajaran Hindu di beberapa bangunan yang lain. Saat ini sebagian besar candi-candi tersebut berupa gundukan tanah (atau disebut menapo) yang belum diokupasi (digali). Gundukan tanah yang menyerupai bukit itu disebut Bukit Segalo atau Bukit Perak oleh masyarakat setempat. Secara keseluruhan jumlah candi di komplek ini mencapai 110 bangunan yang berdiri pada 39 kelompok.

mg_1040

Sampai saat ini pihak pengelola dan pemerintah telah merenovasi 9 (Sembilan) bangunan candi sejak tahun 1978, antara lain Candi Kota Mahligai, Candi Kedaton, Candi Gendong Satu, dan candi Astano. Landscape komplek Candi Muaro Jambi didominasi hutan yang tersusun dengan rapih, menandakan daerah ini merupakan pusat peradaban yang maju pada masa lalu. Pada masanya, penduduk telah menggunakan teknologi kanal sebagai sarana transportasi dan distribusi makanan dan hasil bumi.

mg_0950

Akses jalan darat menuju komplek candi muara jambi sudah cukup baik dengan waktu tempuh sekitar 20-40 menit dari pusat kota Jambi. Selain itu wisatawan juga menggunakan jalur sungai dengan menyewa perahu penduduk lokal dengan jarak tempuh sekitar 20-30 menit. Bangunan candi terbuat dari batu merah dengan pahatan ber-relief, hal ini berbeda dengan candi-candi di Pulau Jawa yang menggunakan batu alam atau batu kali.

mg_1018-1.jpg

Setiap tahunnya di komplek candi Muaro Jambi sering diadakan perayaan hari raya waisak oleh umat Buddha yang datang dari penjuru indoenesia dan luar negeri seperti Tibet, Thailand dan Myamar, sehingga menjadi tempat perayaan terbesar kedua setelah candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Ayo wisata sejarah dan budaya di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: