Melancong ke Negeri Sabang: Kilometer Nol Indonesia (Part I)

Saat kecil di bangku sekolah dasar dulu, sering sekali kita mendengar lagu ‘dari Sabang sampai Merauke’ yang sering dinyanyikan di sekolah. Sekarang kaki saya akhirnya menginjak batas wilayah paling barat Indonesia itu, Pulau Weh Sabang.

Berawal dari urusan pekerjaan yang mengharuskan saya pergi ke Banda Aceh, pikiran saya langsung tertuju untuk mengunjungi Sabang yang merupakan salah satu kota bagian Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Setelah menikmati jamuan Banda Aceh, saya langsung melanjutkan perjalanan ke Pulau Sabang menggunakan speedboat dari Pelabuhan Ulee Lhueue di Aceh menuju Pelabuhan Balohan di Sabang dengan waktu tempuh 45 menit. Selain menggunakan speedboat, menuju Sabang juga bisa menggunakan kapal angkutan barang dan kendaraan dengan waktu tempuh lebih lama sekitar 120 menit. Jadwal penyebrangan dari Aceh ke Sabang masing-masing menyediakan dua kali perjalanan setiap harinya, pagi hari dan siang menjelang sore terkecuali di akhir pekan terdapat penambahan satu kali penyebrangan. Baca Serba Serbi Serambi Makkah Aceh

Sampai di Pulau Sabang terdapat dua pilihan tujuan perjalanan, menuju pusat Kota Sabang atau kawasan wisata Pulau Weh yang terdapat Monumen Kilometer Nol di dalamnya. Keduanya dipisahkan teluk Sabang yang menurut saya sangat indah ketika disaksikan dari tebing perbukitan dalam perjalanan menuju kawasan wisata Pulau Weh. Saya memutuskan untuk pergi ke kawasan wisata Pulau Weh terlebih dulu dengan tujuan akhir Iboih sebelum menikmati suasana kotanya.

DCIM107MEDIA
Foto dengan Latar Teluk Sabang

Perjalanan menuju Iboih dari pelabuhan bisa ditempuh dalam waktu 40-60 menit dengan pemandangan perbukitan dan kawasan hutan Pulau Sabang. Terdapat beberapa destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi di sekitar Iboih mulai dari menikmati pantai-pantainya, snorkeling di Pulau Rubiah hingga menjelajah goa di Goa Sarang.

_MG_0122
Salah satu resort di sekitar Pantai Iboih dengan latar Pulau Rubiah

Menuju monument kilometer nol Indonesia dari Iboih ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit saja, melintasi kawasan hutan dan tebing dengan panorama pantai Iboih. Selain panorama, dalam perjalanan kamu akan dijumpai oleh kawanan monyet atau kera menggemaskan yang hidup di hutan Pulau Sabang. Kamu bisa berhenti sejenak untuk merekam gambar tingkah jenaka mereka sebelum melanjutkan perjalanan menuju pintu gerbang monument.

_MG_0006
Penunggu dan Penyambut Pendatang di Pulau Sabang

Setibanya di monument kilometer nol, kamu akan disuguhkan oleh pemandangan laut terluar di mana kamu sedang berdiri di batas terluar Indonesia bagian barat. Ada perasaan bangga dan haru dalam diri saya yang tiba-tiba datang karena bisa menuntaskan perjalanan ke titik terluar ujung barat Indonesia. Setelahnya, saya berdoa akan ada kesempatan bisa mengunjungi titik terluar ujung timur Indonesia. Merauke, Amiin.

_MG_9951
Lautan Lepas dilihat dari atas Monumen

Aktivitas yang bisa kamu lakukan di sini selain berfoto dengan tulisan ‘Kilometer 0’, kamu juga bisa menaiki bangunan monument yang khas dengan simbol Aceh untuk melihat pemandangan dari atas. Momen atau waktu terbaik untuk berkunjung ke monumen kilometer nol adalah ketika matahari terbenam, dan di sini merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmatinya ketika berada di Pulau Sabang.

_MG_9983
Monumen Kilometer Nol Indonesia

Pulau Sabang masih sangat asri alam dan lingkungannya, sehingga harus dijaga dan dilestarikan agar keberadan flora dan fauna yang ada di habitatnya tetap menjadi penyambut para pendatang.

One thought on “Melancong ke Negeri Sabang: Kilometer Nol Indonesia (Part I)

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: