Unsur Budaya Sunda: Sistem Mata Pencaharian Masyarakat di Kampung Naga

Sistem mata pencaharian masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam suatu kebudayaan. Mata pencaharian merupakan sistem yang terbentuk tentang bagaimana tata cara masyarakat hidup.

Mata pencaharian masyarakat kampung naga erat kaitannya dengan kearifan lokal yang berhubungan dengan budaya dan pemanfaatan alam. Mata pencaharian yang dikerjakan masyarakat diantaranya adalah bertani, berkebun, beternak (ayam, bebek, kambing, ikan, dan sapi) dan membuat kerajinan tangan.

Baca Sistem Organisasi Masyarakat di Kampung Naga

Lahan pertanian dan perkebunan di kampong naga masih diolah dengan cara dan peralatan tradisional. Sebagai penyubur tanah, umumnya masyarakat menggunakan pupuk organik yang terbuat dari kotoran ternak, sehingga menjaga kelestarian ekosistem yang ada.

Masyarakat Kampung Naga memiliki kebiasaan menanam padi dua kali dalam setahun. Ketika waktu panen tiba, tanah yang semula ditanam padi akan dibiarkan kosong selama 3 bulan agar tanah tersebut dapat bernafas dan bersiap untuk kembali ditanam. Hasil panen yang didapat dipakai untuk makan sehari-hari oleh masyarakat yang disimpan dalam lumbung padi di masing-masing keluarga dan lumbung padi bersama.

Sifat kekeluargaan masyarakat kampung naga sangat kental dan terjaga. Misalnya dalam urusan makanan, masyarakat kampung naga biasa makan dengan lauk seadanya, yang penting mereka dapat berkumpul bersama, sehingga makanan yang seadanya akan terasa sangat nikmat.

Makanan khas dari kampung naga umumnya sama dengan daerah sunda lainnya, seperti ranginang, wajit, opak, dan lontong. Makanan tersebut tidak disediakan setiap hari, tetapi akan banyak dijumpai pada momen momen seperti lebaran, acara adat dan acara pernikahan di masyarakat.

Selain bertani dan berkebun, sebagian masyarakat kampong naga juga membuat kerajinan tangan dari bambu, seperti membuat keranjang yang di iris tipis untuk tempat makanan seperti dodol, membuat anyaman tas tangan, topi, celengan, bakul (boboko), kukusan (aseupan), kipas, tampah (nyiru) pernak-pernik dan barang-barang kebutuhan lokal lainnya. Hasil kerajinan tersebut, dijual diluar dan di dalam kampung naga sebagai oleh-oleh khas dan sebagiannya ada yang dikirim ke berbagai wilayah, bahkan sampai diekspor ke luar negeri.

Baca Tentang Budaya Sunda

 

2 thoughts on “Unsur Budaya Sunda: Sistem Mata Pencaharian Masyarakat di Kampung Naga

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: