Pesona “Racun” Kawah Ijen Banyuwangi

Suara longlongan Serigala dan gonggongan Anjing, terdengar dari para penambang seakan saling berinteraksi. Para penambang melakukan itu sebagai canda gurau di tengah beratnya beban di punggung. Hiburan kecil melepas penatnya bekerja sebagai Penambang Belerang Kawah Ijen.

Aktivitas ini mungkin akan kamu jumpai saat berkunjung menikmati fenomena ajaib di Kawah Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Selain fenomena alamnya yang menakjubkan, Kawah Ijen punya keunikan lain dari para penambang belerang yang kerap dijumpai pengunjung. Ya, di Kawah Ijen kamu bisa melihat fenomena alam bluefire atau api biru yang hanya ada di dua tempat di dunia, yaitu di Kawah Ijen Banyuwangi dan di Islandia. Fenomena langka ini membuat takjub para pengunjung, baik pengunjung lokal maupun mancanegara. Meskipun lokasinya cukup menantang dan berbahaya, pengunjung sangat antusias untuk melihat dan mengabadikan fenomena alam ini dalam foto.

Pagi itu suasana ramai para pengunjung yang mendatangi pos pendakian menuju Kawah Ijen menyambut kedatangan saya bersama tim. Saya langsung ikut berbaur dalam keramaian untuk ikut mendapatkan tiket pendakian menuju kawah. Setelah semua persiapan dan persyaratan lengkap, saya mulai melangkahkan kaki bersama dengan para pengunjung yang lain ditemani keindahan gugusan bintang di langit Banyuwangi pagi dini hari itu. Perjalanan menuju kawah memakan waktu sekitar 2-3 jam untuk mengejar melihat fenomena api biru yang menyala-nyala dengan indahnya.

Sesampainya di puncak Gunung Ijen, kamu masih harus turun ke bawah kawah untuk melihat dari dekat fenomena api biru. Jalan menuju ke bawah kawah cukup terjal dan menantang, sehingga kamu harus selalu waspada dan berhati-hati dalam berjalan. Ketika bau belerang semakin menyengat di hidung, maka kamu telah dekat dengan spot api biru yang kamu kejar. Fenomena api biru ini hanya bisa dilihat sampai jam 5 pagi saja, karena ketika hari mulai terang, nyala api biru tidak akan terlihat lagi. Dalam hal ini manajemen waktu menjadi hal yang harus diperhatikan, selain karena keindahan api biru di waktu tertentu juga menghindari berubahnya arah asap belerang yang sangat menyengat dan bahkan dapat membahayakan.

Di bagian bawah spot bluefire, terbentang luas Kawah Gunung Ijen yang nampak terlihat cantik ketika hari mulai terang. Warna biru yang memanjakan mata, menyegarkan rasa lelah yang seakan tidak terasa lagi. Pemandangan kawah dipercantik dengan hembusan asap belerang yang menambah eksotisme Kawah Ijen. Gugusan bebatuan kapur yang menjulang di dinding kawah juga dapat mengingatkan kamu pada gunung tertinggi di dunia, Everest. Ya, begitu tim kami menyebutnya. Ketika berada di dinding kawah, atmosfirnya terasa seperti sedang mendaki dinding Gunung Everest. (Ad/)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: